Oleh: Moh.Yasin *
...............................................................................................................
Judul Buku : Michael Jordan Dan Neo-kapitalisme GlobalJudul Asli : Michael Jordan and the New Global Capitalism
Penulis : Walter Lafeber
Penerjemah : V. Didik Suryo Hartoko
Penerbit : Jendela, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Februari 2003
Tebal : XXXII + 223
...............................................................................................................
SEIRING dengan kemajuan peradaban dibidang science dan tekhnologi terutama dunia informasi, atau yang sering kita kenal dengan dunia kabel yang diwarnai dengan munculnya satelit, yang mana telah mampu menembus batas-batas informasi dunia, memberiakan dampak yang sangat besar mulai dari budaya, ekonomi bahkan politik sekalipun. Lebih lanjut ternyata di dunia olahraga pun terkena dampaknya.Dunia olahraga yang idealnya bagaimana menciptakan tubuh dan jiwa yang sehat serta sebagai media relaksasi manusia dalam menghadapi hidup sehari-hari yang penuh dengan kelelahan, kejenuhan dan keras. Namun seiring dengan perkembangan zaman, industri olahraga di pelbagai belahan dunia mengalami perubahan besar. Dimana olahraga tidak lagi menciptakan jiwa yang sehat dan obat stres manusia dalam menjalani kehidupan. Tapi olahraga menjadi medan pertempuran yang melibatkan banyak kepentingan mulai dari persoalan sosial, ekonomi, budaya, gender, rasisme, nasionalisme dan yang terutama adalah perebutan kekuasaan dan dominasi modal. Bahkan lebih jauh olahragapun menjadi sebuah permainan yang menjadi mesin penghasil uang.
Walter lafeber lewat karyanya yang semula berjudul "Michael Jordan and the new global capitalism" mencoba menelusuri sisik melik dunia olahraga tersebut dengan pelbagai bingkai analisis-sosial, politik, ekonomi, budaya dan seterusnya. Dimana ia menautkan serpihan wacana tersebut dalam permainan bola basket, yaitu olahraga yang paling populer di Amerika, yang kini menjadi trend anak-anak muda di seluruh dunia. Dengan sosok legendaris Michael Jordan bersama timnya Chicago Bulls, yang lahir di sebuah kampung kecil di Brooklyn, New York dari seorang ayah yang bernama James Jordan yaitu seorang petani di kampung tersebut.
Lafeber, dalam mengungkap wacana kapitalisme dan globalisme berpijak pada peran media massa dan industri periklanan dalam menciptakan sang maha bintang Michael Jordan, yang kemudian digabungkan dengan cerita-cerita yang menyentuh tentang pertentangan ras, kehidupan pribadi seorang bintang serta suasana dramatis dalam pertandingan. Basket sebuah permainan yang ditemukan pertama kali olah Naismith, adalah satu-satunya olahraga yang memiliki popularitas yang sangat cepat dan mudah dijual.
Munculnya basket dengan sosok Jordannya telah memberikan pengaruh yang begitu besar dalam prosese kapitalisme global. Hal ini bisa dilihat munculnya ratusan perusahaan raksasa di dunia yang sekaligus beroprasi di beberapa negara, dan tentunya berpengaruh besar terhadap ekonomi internasional dan ekonomi nasional di sebuah negara yang dimasukinya. Dimana hal ini tidak lepas dari kontrak mereka terhadap Jordan di dunia pengiklanan, terutama perusahaan Nike di Amerika.
Tercatat hingga awal 1990-an, setidaknya terdapat 37 TNCs yang mengontrol lebih dari 200 ribu perusahaan di seluruh dunia, dan secara umum mengelola lebih dari 4,8 trilyun dolar Amerika aset dunia. Dimana kemudian dalam sistem ekonomi global perusahaan-perusahaan raksasa tersebut melegitimasi kekuasaan untuk mengatur kebijakan-kebijakan negara, terutama negara-negara ketiga yang memiliki tawar yang lebih rendah (Hal. XV).
Citra Jordan dengan menggunakan produk-pruduknya Nike menjadikan perusahaan yang berbasis di Amerika tersebut jadi sebuah perusahaan peralatan olahraga terbesar didunia, dengan modal iklannya perusahaan tersebut mampu menembus aktivitas perekonomian global baik di Eropa maupun di Asia. Lebih lanjut Nikepun mampu mengendalikan 36% dari pasar peralatan olahraga diseluruh dunia, dengan membeli peruasahaan-perusahaan asing. Yang kemudian melahirkan sebuah perusahaan yang mampu memegang pasar ekonomi global, sehingga Nikenisasi duniapun terjadi.
Luasnya jangkauan Jordan dengan basketnya tidak hanya mempengaruhi perusahan-perusahaan di AS, Prancispun yang pada saat itu sedang membangun tembok besar agar bisnis dan kebudayaan Amerika tidak dapat masuk ke dalam masyarakat Prancis. Tidak mampu mencegah perkembangan Jordan dengan basketnya melalui beberapa pertandingan di negara tersebut, sehingga kebudayaan Amerikapun menembus tembok besar tersebut. Dan perusahaan-perusahaan di Prancis mulai mengiklankan produk-produknya lewat basket.
Kemampuan basket, teknik pengiklanan Amerika serta media yang didominasi oleh Amerika yang mampu menembus ke dalam kebudayaan-kebudayaan lain menjadi simbol kebudayaan Amerika, globalisasi Amerika, kesejahteraan Amerika, pemasaran Amerika dan simbol ekonomi Amerika, setelah berakhirnya perang dingin.
Sehingga arena pertempuran dunia tidak lagi berkisar pada imperealisme versus imperealisme semata, melainkan antara modal versusu kebudayaan. Dimana modal adalah taruhannya dalam pertempuran ini, modal adalah penghancur batas-batas politik, ekonomi, sosial dan geografis, siapa pemegang modal dialah seorang penguasa. Pertarungan didunia modal dan kebudayaan ini tidak akan pernah berakhir.
Yang mana pertempuran di dunia modal ini telah melahirkan penindasan dan arogansi modal global, yang kali ini dipegang oleh negara Amerika. James Naismith dengan latar belakang agama yang kuat dan menciptakan basket dengan tujuan menjadikan anak-anak muda memiliki kepribadian dan menjadikan mereka yang over aktif tersalur energinya di musim dingin melalui penemuannya yaitu: basket. Barangkali merasa tidak senang jika ia melihat olahraga tersebut yang telah berkembang menjadi mesin penghasil uang, yang selaras dengan ambisi Knigh, Murdoch dan Turner satu abad kemudian setelah ia meninggal.
Barangkali buku ini bisa menjadi penambah wawasan tentang kapitalisme dan globalisasi yang dilihat dari sisi olahraga dengan tiga jargonnya yaitu media massa yang berperan sebagai dunia informasi dan pengiklanan serta perusahaan-perusahaan peralatan olahraga.
0 comments:
Poskan Komentar