Oleh: Moh. Yasin*)
....................................................................................................................................
Judul Buku : Deception Point (Titik Muslihat)Judul Asli : Deception Point
Penulis : Dan Brown
Penerjemah : Isma B. Koesalamwardi dan Hendry M Tanaja
Penerbit : Serambi, Jakarta
Cetakan : Pertama, 2006
Tebal : 631 halaman
......................................................................................................
Pada pertengahan awal dekade abad ke-21, Dan Brown adalah novelis Amerika yang mendapat banyak pujian dari publik dunia. Berkat keahliannya menyajikan thriller yang mengkombinasikan ilmu pengetahuan dan sejarah dalam Malaikat dan Iblis, kecerdikannya memunculkan kode-kode yang begitu sulit dipecahkan dalam Digital Fortress serta kejeniusannya meramu seni dan teologi dalam karyanya The Da Vinci Code.
Nama dan Brown menjadi semakin terkenal dan menyita perhatian setiap pasang mata di seluruh dunia lantaran karyanya The Da Vinci Code yang dinilai oleh berbagai pihak sebagai novel yang kontroversial. Tak heran jika pada tahun 2005 The Da Vinci Code dinobatkan sebagai buku terlaris di dunia, terjual sebanyak 36 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa termasuk Indonesia, tahun 2006 The Da Vinci Code telah difilmkan dengan disutradarai oleh Ron Howard, dan di bintangi oleh artis terkenal Tom Hanks. Di buka dengan lembaran pengakuan Dan Brown bahwa "Semua deskripsi karya seni, arsitektur, dokumen, dan ritus rahasia di dalam The D Vinci Code adalah akurat," karya keempat Brown tersebut diangap bertentangan dan melahirkan banyak perdebatan di kalangan akademisi, ahli sejarah dan teolog bahkan melahirkan banyak buku yang ditulis untuk menentangnya.
Dan Brawn, semula mengawali karir hidupnya dengan menjadi guru bahasa Inggris, sebelum kemudian memilih profesi menjadi seorang penulis. Dia lahir di New Hapshire Amerika pada tanggal 22 Februari 1964 dan lulusan dari Universitas Amherst dan Akademi Philips Exeter. Rentan kurun waktu 1997 hingga 2003 Dan Brown berhasil melahirkan empat karya; Digital Fortress (1997), Angels and Demons (2000), Deception Point (2001) dan The Da Vinci Code (2003).
Tidak jauh berbeda dengan karya-karya Brown lainnya, Brown membuka lembaran novel Deception Point ini dengan pernyataan bukti ilmiah bahwa “semua data dan tekhnologi yang digambarkan dalam novel ini adalah nyata”. Alur ceritanya pun tidak berbeda, dituturkan dengan alur cerita yang berdampingan dengan menyertakan tokoh-tokoh yang berbeda dan kemudian berjalan bersama-sama yang kemudian terpecahkan pada akhir cerita.
Berdasarkan dari hasil riset ilmiah mengenai tekhnologi ruang angkasa Amerika Serikat (NASA), lewat Deception Point Brown ingin menggabungkan sebuah thriller politik dengan penyajian detail ilmiah yang apik, diramu dan dikemas dengan dunia perpolitikan khas Amerika dan disajikan dengan alur cerita yang cepat. Hasilnya sungguh luar biasa, jadilah Deception Point sebuah fiksi yang mankjubkan dan mendebarkan, di setiap jengkal peristiwa selalu memunculkan sebuah kejutan dan muslihat yang ditemukan akan membuat jantung berdebar, sehingga akan membuat setiap pembaca bertanya-tanya bagaimana keberlanjutan di setiap rangkaian ceritanya
Dan Brown membuka lembaran thriller politik Deception Point-nya dengan aksi kriminalitas atau upaya pembunuhan terhadap seorang ahli geologi Kanada, Charles Brophy, seorang peneliti di pulau Ellesmere, yang sedang melakukan pengujian es secara geologis di Milne Ice Shelf dan secara tidak sengaja ia menemukan apa yang tampak seperti sebuah meteorit besar di dalam es. Charles Borphy mengirim data lewat radionya namun secara kebetulan NASA, sebuah lembaga yang menjadi simbol kebanggaan Amerika, menangkap transmisinya.
Pada saat yang sama di lorong kekuasaan gedung putih, di tengah gencarnya kampanye untuk pemilihan presiden Amerika Serikat, NASA dan Presiden Amerika (Zachary Herney) eksistensinya sedang terancam. Lawan Presiden Herney, Senator Sendgewick Sexton menjadikan NASA sebagai sasaran empuk untuk menjatuhkan nama presiden Herney pada publik sekaligus sebagai kampanye politik untuk memenangkan perolehan suara.
Senator Sexton mengkritik tajam mengenai pendanaan NASA, dia menganggap NASA sebagai lembaga ketidakefisiensian dan penghamburan uang negara, sebab serangkaian misi NASA yang selalu gagal seperti kegagalan peluncuran satelit, tidak berfungsinya komputer, konfrensi pers NASA yang muram dan proyek EOS (Earth Obsevation System) yaitu proyek peluncuran beberapa satelit untuk melihat bumi dari luar angkasa yang tujuannya memberikan data akurat tentang berbagai permasalahan bumi. Apalagi banyak indikasi yang menunjukkan adanya penyelewangan pendanaan yang begitu besar.
NASA lembaga ruang angkasa Amerika yang kebetulan sedang mengalami kesulitan karena serangan bertubi-tubi dari senator sexton, secara kebetulan menemukan sebauh meteorit baru yang terkubur jauh di dalam lapisan es Arktika, yang sebetulnya penemuan Charles Brophy, penemuan meteorit itu diumumkan sebagai sebuah kemenangan NASA. Yaitu kemenangan atas kampanye negatif Senator Sexton yang menganggap NASA sebagai lembaga yang menghamburkan uang negara. Kemenangan yang seklaigus berimplikasi besar bagi eksistensi NASA kemudian dan pemilihan presiden mendatang.
Untuk memverifikasi kebenaran penemuan tersebut, Presiden Herney memanggil analis Intelijen Gedung Putih Rachel Sexton (anak kandung Senator Sexton) ke sebuah tempat yang sangat rahasia di Amerika yaitu NRO (National Reconnaissance Office) kemudian Rachel diinformasikan mengenai meteorit terbaru NASA yang di duga sebagai makhluk luar angkasa kemudian di utus oleh presiden ke Milne Ice Shelf dengan ditemani oleh Norah dan termasuk akademisi Michael Tolland untuk menyelidiki mengenai kebenaran metorit tersebut.
Bersama Michael Tolland, Rachel menyelidiki hasil penemuan meteorit baru NASA, tanpa mereka duga mereka menemukan sebuah bukti penipuan ilmiah dari berbagai data yang dikumpulkan. Namun, sebelum Rachel Sexton membongkar penipuan ilmiah tersebut ia di serang oleh sekelompok pembunuh mematikan yang berupaya menyembunyikan kebenaran.
Rachel dan Tolland berjuang keras untuk menyelamatkan diri, dengan menyeberangi lingkungan yang begitu terpencil dan berbahaya. Mereka tercengang sekaligus ketakutan, hanya satu harapan mereka, menemukan tokoh di belakang aksi yang mengancam kehidupannya. Di benak mereka semuanya menjadi mungkin untuk dicurigai sebagai aktor yang mengancam kehidupannya, bisa NASA, Prsiden Herney, atau bahkan ayahnya sendiri Senator Sexton.
Penemuan aktor di balik aksi penipuan dan pembunuhan adalah muslihat yang paling mencengangkan sekaligus mengancam dan mendorong dunia pada pertentangan yang tidak terbayangkan. Muslihat yang pengungkapan kebenarannya mengancam keberlangsungan kehidupan diri mereka, Presiden Herney dan teman-teman di sekitarnya.
1 comments:
AV,無碼,a片免費看,自拍貼圖,伊莉,微風論壇,成人聊天室,成人電影,成人文學,成人貼圖區,成人網站,一葉情貼圖片區,色情漫畫,言情小說,情色論壇,臺灣情色網,色情影片,色情,成人影城,080視訊聊天室,a片,A漫,h漫,麗的色遊戲,同志色教館,AV女優,SEX,咆哮小老鼠,85cc免費影片,正妹牆,ut聊天室,豆豆聊天室,聊天室,情色小說,aio,成人,微風成人,做愛,成人貼圖,18成人,嘟嘟成人網,aio交友愛情館,情色文學,色情小說,色情網站,情色,A片下載,嘟嘟情人色網,成人影片,成人圖片,成人文章,成人小說,成人漫畫,視訊聊天室,性愛,性感影片,正妹,聊天室,
情色論壇
Poskan Komentar